Anak harimau itu merunduk, bersembunyi di balik belukar, sorot matanya ketakutan. Menatap seekor harimau dewasa yang mengaum terjerat jebakan pemburu, bulu-bulunya berdiri tegak. Langkah-langkah terdengar mendekat. Beberapa pasang kaki bersepatu bot. Mereka menyeret ayahnya.
Bayangan-bayangan itu menjauh. Jantungnya berdegup kencang. Cakarnya gemetar. Dalam hati ia bersumpah menjauhi segala macam benda yang berkilauan, potongan bambu dan lubang-lubang mencurigakan, serta tak akan membiarkan makhluk manapun mendekatinya.

