Di Balik Tanah, Becek, dan Cara

Kulihat tanah dan titik-titik air yang berjatuhan dari langit sedang bermesraan. Tiba-tiba aku tersentak bertanya.

“Tanah?”

“Ya?”

“Akankah kau menukar jati dirimu demi hujan..?”

“Maksudmu?” ia memandang penasaran.

“Kutahu kau mencintainya,” kataku.

“Ia akan menerimaku apa adanya.”

“Tapi dunia menuntutmu untuk berubah menjadi becek bila kau bermain dengannya,” bantahku.

Ia tersenyum.

“Aku ini becek dengan caraku. Berbeda dengan becek aspal di jalan raya dan becek rumput di padang luas, bukan?”

Advertisement
Published in: on 17 December 2010 at 8:03 PM  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: http://matakacaku.wordpress.com/2010/12/17/di-balik-tanah-becek-dan-cara/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 399 other followers